AKADEMI KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH CIREBON
LAPORAN DESA SIAGA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang
Penggagas desa siaga
ini adalah seorang aktivis pemburuhan. Sepak terjangnya merintis desa siaga ini
bermula tahun 2001-2003. Sebuah desa siaga dikatakan desa siaga apabila telah
memenuhi syarat sekurang-kurangnya satu
buah. POSKESDES (pos kesehatan desa). Poskesdes merupakan upaya kesehatan
bersumber daya masyarakat yang dibentuk didesadalam rangka mendekatkan/menyediakan
pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Keberadaan desa siaga, ternyata
telah memberikan dampak positif, antara lain berhasil menurunkan angka kematian
ibu dan anak, sehingga tahun 2004 program iini di adopsi oleh departmen.
1.2 Tujuan
Mengembangkan
kepedulian dan kesiap siagaan masyarakat dan mengatasi masalah
kesehatan,bencana, kegawatdaruratan secara mandiri untuk mewujudkan desa sehat
Meningkatkan koordinasi pelaksanaan program yang berkaitan dengan pengembangan
desa dan kelurahan siaga. Meningkatkan kualitas pelayanan desa dan kelurahan
siaga aktif kepada masyarakat.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A.
Pengertian
Desa siaga adalah desa yang memiliki
kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah
kesehatan (bencana dan kegawatdaruratan kesehatan) di desanya (Depkes RI, 2006 dalam Efendi, 2009).
Desa Siaga adalah desa yang
penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk
mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawat daruratan
kesehatan secara mandiri. Sebuah Desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa
tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa.
Desa
Siaga yang dicanangkan pemerintah
merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah
dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang
gizi, penyakit menular , penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB, kejadian
bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan
memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong menuju desa siaga.
B.
Struktur
organisasi Public Health
Penanggung jawab
Kepala desa
|
Ketua
|
Bendahara
|
Sekretaris
|
Kelompok
PHBS dan Kes. Lingkungan
|
Kelompok
GSI, KIA dan GIZI
|
Kelompok
PSN
|
Kelompok
KLB dan Surveilans
|
C.
Uraian
tugas
Penanggung jawab
(kepala desa) peraturan pemerintahan republik Indonesia nomor 72 tahun 2005
tentang desa pasal 14 yaitu:
1. Penanggumg
jawab ( kepala Desa)
a. Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan
urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
b. Dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Desa mempunyai
wewenang :
- memimpin
penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama
BPD;
- mengajukan
rancangan peraturan desa;
- menetapkan
peraturan desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD;
- menyusun
dan mengajukan rancangan peraturan desa mengenai APB Desa untuk dibahas dan
ditetapkan bersama BPD;
- membina
kehidupan masyarakat desa;
- membina
perekonomian desa;
- mengkoordinasikan
pembangunan desa secara partisipatif;
- mewakili desanya di dalam dan di luar
pengadilan dan dapat menunjuk kuasa
- hukum
untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan
2. Ketua desa siaga
: mengkoordinasikan pelaksanaan program kerja yang telah direncanakan kepada
semua pengurus dan seksi – seksi sesuai bidangnya masing-masing
3. Wakil ketua : membantu
ketua dalam melakukan tugas lainnya yang berkaitan dengan kepentingan
organisasi
4. Sekretaris : melaksanakan pelayanan administrasi dan
menyiapkan berbagai surat : dokumen, laporan, undangan yang akan disahkan oleh
sekretaris dan ketua.
5. Bendahara : membuat
laporan keuangan tiap bulannya untuk mengatur pengeluaran dan pemasukan
uang agar tidak melebihi anggran yang
telah di tetapkan
6. Seksi kadarzi : mensosialisasikan
kepada masyarakat agar mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi
serta agar masyarakat dapat melaksnakan hidup bersih dan sehat
7. Seksi
PHBS dan kesehatan lingkungan :
Mendorong masyarakat agar dapat melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat
8. Seksi
surveilan : Mendorong masyarakat agar
tanggap dan mampu mengenali penyakit serta dapat mencegah/ mengatasi penyakit yang dihadapi secara mandiri
D.
Peranan
petugas kesehatan dalam desa siaga (depkes, 2006)
1. Meningkatkannya
pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan.
2. Meningkatkannya
kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa.
3. Meningkatkannya
keluarga yang sadar gizi.
4. Meningkatkannya
kesehatan lingkungan di desa.
E.
Pengertian
desa siaga bencana
Desa siaga bencana
merupakan program nasional yang tersebar diseluruh wilayah indonesia. Desa
siaga bencana adalah wadah formal penanggulangan bencan berbasis masyarakat
dalam kawasan atau tempat untuk penanggulangan bencana. Suatu desa dikatakan menjadi desa
siaga apabila memenuhi kriteria berikut (Depkes, 2006) :
- Memiliki 1 orang tenaga bidan yang menetap di desa tersebut dan sekurang-kurangnya 2 orang kader desa.
- Memiliki minimal 1 bangunan pos kesehatan desa (poskesdes) beserta peralatan dan perlengkapannya. Poskesdes tersebut dikembangkan oleh masyarakat yang dikenal dengan istilah upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang melaksanakan kegiatan-kegiatan minimal :
- Pengamatan epidemiologis penyakit menular dan yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa serta faktor-faktor risikonya.
- Penanggulangan penyakit menular dan yang berpotensi menjadi KLB serta kekurangan gizi.
- Kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan kesehatan.
- Pelayanan kesehatan dasar, sesuai dengan kompetensinya.
- Kegiatan pengembangan seperti promosi kesehatan, kadarzi, PHBS, penyehatan lingkungan dan lain-lain.
Masyarakat yang tangguh
bencana ialah masyarakat yang mampu mengantisipasi dan meminimalisir kekuatan
yang merusak, melalui adaptasi. Mereka juga mampu mengelola dan menjaga
struktur dan fungsi dasar tertentu ketika terjadi bencana. Dan jika terkena
dampak bencana, mereka akan dengan cepat bisa membangun kehidupannya menjadi
normal kembali atau paling tidak dapat dengan cepat memulihkan diri secara
mandiri. (Perka BNPB 01/2012)
1.
Menurut kelompok kami
stuktur organisasi desa siaga di desa rambatan sudah sesuai dengan teori diatas
, tetapi stuktur organisasi di desa rambatan lebih spesifik lagi dalam
pembagian tugasnya, salah satu contohnya dalam teori Kelompok KIA ,GSI dan GIZI
disatukan dalam satu kelompok tetapi di desa siaga desa rambatan KIA disatukan
dengan persalinan, GIZI disatukan dengan PHBS
2.
Apakah ada uraian tugas
dari masing masing seksi
No
|
URAIAN TUGAS KETUA
|
RINCIAN TUGAS
1. Menyusun
dan menyiapkan program kerja yang menitik beratkan pada upaya peningkatan
hidup sehat (promotif), pencegahan penyakit (preventif) dan pengobatan
(kuratif) yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (terutama bidan) dengan
mengikutsertakan kader atau tenaga sukarela lainnya.
2. Mengkoordinasikan
pelaksanaan program kerja dan sistem prosedur(sispro) yang telah direncanakan
kepada semua pengurus dan seksi/kader sesuai dengan bidangnya.
3. Melaksanakan
pengawasan dan pengendalian program kerja dan mengkoordinasikannya kepurda
seluruh anggota pengurus, seksi/kader dan pihak terkait.
4. Mengkoordinir
kegiatan bidang administras, perbendaharaan, dan kegiatan seksi-seksi.
5. Mengerjakan
tugas-tugas lainnya yang berkaitan dengan kepentingan organisasi.
6. Menciptakan
suasana kerja yang kondusif dan menyenangkan (win win situation) serta
memelihara hubungan kerjasama dengan semua pihak dan puskesmas.
7. Menyiapkan
laporan berkala tentang pelaksanaan kegiatan poskesri kepada pembina.
8. Mengevaluasi
semua proses kegiatan dan pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan
penyusunan rencana perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS WK.KETUA
|
RINCIAN TUGAS
1. Melaksanakan
program kerja dan sistem prosedur (sispro) dan mengkoordinasikan kepada semua
pengurus dan seksi/kader terkait sesuai dengan bidangnya.
2. Melaksanakan
pengawasan dan pengendalian program kerja dan mengkoordinasikannya kepada seluruh
anggota pengurus, seksi/kader terkait.
3. Mengkoordinir
kegiatan bidang administrasi, dan kegiatan seksi-seksi.
4. Mengerjakan
tugas-tugas lainnya yang berkaitan dengan kepentingan organisasi.
5. Menciptkan
suasana kerja yang kondusif dan menyenagkan (win win situation) serta
memelihara hubungan kerjasama dengan semua pihak dan puskesmas sicincin.
6. Menyiapkan
laporaan berkala tentang pelaksanaan kegiatan poskesri kepada pembina.
7. Mengevaluasi
semua proses kegiatan dan pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan
penyusunan rencana perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS SEKRETARIS
|
RINCIAN TUGAS
1. Menyiapkan
program kerja bidang administrasi sesuai dengan kebutuhan.
2. Melaksanakan
pelayanan administrasi dan menyiapkan berbagai surat,dokumen, laporan,
Undangan, keputusan dan lain-lain yang akan disahkan oleh sekretaris dan
ketua.
3. Mengatur
dan melaksanakan urusan rumah tangga
4. Mengkoordinir
terlaksananya kegiatan rapat, pertemuan, penyuluhan dan lain-lain.
5. Menyimpan
dan memelihara arsip, dan peralatan kantor/sekretariat.
6. Melaksanakan
tugas lainnya yang diarahkan oleh ketua
7. Mengkoordinir
terlaksananya kegiatan seksi survailans, kadarzi dan PHBS dan pelaporan.
8. Mengevaluasi
semua proses kegiatan dan pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan
rencana perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS BENDAHARA
|
RINCIAN TUGAS
1. Menyiapkan
dan melaksanakan anggaran pendapatan dan belanja sesuai dengan kebutuhan.
2. Melaksanakan
pembukuan uang masuk dan uang keluar.
3. Menyimpann
dan mengatur pengeluaran uang / biaya agar tidak melebihi anggaran yang telah
ditetapkan.
4. Mengeluarkan
dan membelanjakan uang sesuai dengan anggaran atas persetujuann ketua.
5. Membuat
laporan bulanan posisi kas/keuangan disampaikan kepada ketua.
6. Melaksanakan
administrasi keuangan, menyiapkan surat-surat dan dokumen keuangan yang akan
disahkan oleh bendahara dan ketua.
7. Melaksanakan
tugas lainnya yang diarahkan oleh
ketua.
8. Menjalin
dan memelihara hubungan kerjasama dengan pengurus dan anggota.
9. Mengkoordinir
terlaksananya kegiatan seksi obat dan apotik.
10. Mengevaluasi
semua proses kegiatan dan pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan
penyusunan rencana perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS KORD.
PELAKSANA/BIDAN DESA
|
RINCIAN TUGAS
1. Menyusun
program kerja sesuai dengan kebutuhan.
2. Melaksanakan
program kerja dengan mengkoordinasikannya kepada seksi/kader.
3. Melaksanakan
dan mengkoordinir kegiatan pelayanan kesehatan meliputi peningkatan hidup
sehat (promotif), pencegahan penyakit (prepentif), dan pengobatan (kuratif).
4. Memberi
pelayanan terhadap anggota masyarakat yang berkaitan dengan masalah keluhan
kesehatan dan membantu untuk dirujuk ke puskesmas.
5. Mengkordinir
dan mengatur kegiatan seksi-seksi/kader.
6. Melaksanakan
tugas lainnya yang diarahkan oleh ketua.
7. Melakukan
kerjaasama dengan pengurus, seksi, dan pihak yang terkait dibidang kesehatan.
8. Meningkatkan
kemampuan dan kesadaran masyarakat untuk bisa mengatasi masalah kesehatannya
secara mandiri.
9. Mengevaluasi
semua proses kegiatan dan pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan
penyusunaan rencana perbaikan dan peningkatn mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS SEKSI SURVAILANS
(PENGAMATAN PENYAKIT)
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja sesuai dengan kebutuhan.
2. Melakssanakan
pemantauan penyakit melalui gejala dan tanda serta keaadaan yang dapat
menimbulkan masalah kesehatan.
3. Mencatat
dan melaporkan secara cepat (kurang 24 jam) hasil pemantauan dan pengamatan
penyakit kepada petugas kesehatan untuk dilakukan penanggulangan sederhana,
termasuk melaporkan orang yang meninggal.
4. Melakukan
kerjassama dengan pihak yang terkait dibidang kesehatan.
5. Mendorong
masyarakat agar tanggap dan mampu mengenali serta dapat mencegah/ mengatasi
permasalahan yang dihadapi secara mandiri.
6. Mengevaluasi
pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan rencana perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS SEKSI KIA DAN PERSALINAN
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja sesuai dengan kebutuhan.
2. Melaksanakan
pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui dengan menggunakan buku KIA.
3. Melakukan
pemantauan terhadap ibu hamil, bersalin dan bayi baru lahir bila dijumpai
adanya kelainan/tanda-tanda bahaya sesuai dengan petunjuk dibuku KIA, dan
segera melaporkan kebidan dan dokter puskesmas.
4. Mengajak
ibu hamil untuk ikut program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi
(P4K), dan melakukan penyuluhan KIA sesuai dengan buku KIA.
5. Melaksanakan
dan mengkoordinir agar terlaksananya kegiatan posyandu balita.
6. Membantu
bidan dalam melakukan pertolongan
persalinan.
7. Melakukan
kerjasama dengan pihak yang terkait dibidang kesehatan.
8. Mengevaluasi
pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan rencana perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS SEKSI PENGOBATAN DAN
KEGAWATDARURATAN
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja sesuai dengan kebutuhan.
2. Melaksanakan
pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan bagi masyarakat.
3. Melakukan
koordinasi dengan masyarakat dalam mencegah dan mengatasi bencana dan
kegawatdaruratan kesehatan.
4. Memberikan
bimbingan dalam pencarian tempat yang aman untuk mengungsi.
5. Melaksanakan
promosi kesehatan dan bimbingan mengatasi masalah kesehatan akibat bencana
dan mencegah faktor-faktor penyebab masalah.
6. Bantuan/memfasilitasi
pemenuhan kebutuhan sarana sanitasi dasar (air bersih, jamban, pembuangan
sampah/limbah, dll) ditempat pengungsian dan pelayanan ksehatan bagi
pengungsi.
7. Melakukan
kerjasama dengan pihak yang terkait dibidang kesehatan dan bencana.
8. Mengevaluasi
semua proses kegiatan dan pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan
penyusunan rencana perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS SEKSI KADARZI DAN PHBS
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja sesuai dengan kebutuhan.
2. Mensosialisasikan
kepada masyarakat agar mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi
setiap anggotanya sesuai dengan pedoman keluarga sadar gizi di desa
siaga kepmenkes No. 747 tahun 2004.
3. Mendorong
masyarakat agar dapat melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
4. Melakukan
kerjasama dengan pihak yang terkait dibidang kesehatan.
5. Mendorong
masyarakat agar tanggap dan mampu mengenali serta dapat mencegah/mengatasi
permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri.
6. Mengevaluasi
pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan rencana perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS KESEHATAN LANSIA
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja seksi kesehatan lansia sesuai dengan
kebutuhan.
2. Melaksanakan
kegiatan pemeriksaan kesehatan di posyandu lansia.
3. Memberikan
pelayanan terhadap anggota lansia yang bermasalah dengan kesehatan.
4. Melakukan
kerjasama dengan pihak yang terkait dibidang kesehatan.
5. Meningkatkan
kemampuan dan kesadaran para lanjut usia untuk bisa mengatasi kesehatannya.
6. Mengevaluasi
pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan rencana perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS SEKSI OBAT DAN APOTIK
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja sesuai dengan kebutuhan.
2. Melaksanakan
pendataan jenis dan jumlah obat-obatan
yang dibutuhkan sesuai dengan jenis pelayanan yang diselenggarakan, dan
berkoordinasi dengan puskesmas.
3. Membukukan
obat-obatan yang meliputi pencatatan jumlah obat yang diterima. Dikeluarkan
dan sisa/stock obat yang disimpan di apotik.
4. Mengatur
penyimpanan dan pendistribusian obat-obatan sesuai dengan jenis, merek, kode,
dan tanggal exp./ masa berakhirnya penggunaan obat.
5. Membantu
bidan dalam menerima resep dan memberikan obat kepada pasien yang telah
disediakan/diracik oleh bidan.
6. Melakukan
kerjasama dengan pihak yang terkait dibidang kesehatan dan obat-obatan
7. Mengevaluasi
pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan rencana perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan
|
No
|
UARAIAN TUGAS SEKSI DONOR DARAH
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja sesuai dengan kebutuhan.
2. Mensosialisasikan
kepada masyarakat pentingnya kebutuhan darah bagi pasien demi kesembuhan
penyakit dan penyelamatan jiwa.
3. Melaksanakan
pendataan golongan darah, mencari relawan yang bersedia menjadi donor darah.
Yang sewaktu-waktu darahnya dibutuhkan untuk penyembuhan penyakit dan
penyelamatan jiwa.
4. Melaksanakan
donor darah yang bekerjasama dengan puskesmas dan PMI terdekat.
5. Melakukan
kerjasama dengan PMI dan pihak yang terkait dibidang penyediaan darah.
6. Mengevaluasi
pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan rencana perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS SEKSI
DASOLIN DAN TABULIN
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja seksi dasolin dan Tabulin sesuai dengan
kebutuhan.
2. Mengajak
dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya dana sosial ibu
bersalin(dasolin) dan tabungan ibu bersalin (tabulin).
3. Menggerakan
masyarakat agar mau menyisihkan sebahagiaan penghasilannya untuk dana sosial
ibu bersalin yang dipergunakan sebagai biaya persallinan ibu hamil yang
kurang mampu.
4. Menganjurkan
kepada ibu yang sudah mengetahui kehamilannya, agar mulai menabung dan
membantu ibu hamil mengelola/menyimpan tabungannya.
5. Mengevaluasi
pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan rencana perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS SEKSI AMBULAN DESA
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja seksi ambulan desa sesuai dengan kebutuhan.
2. Menggalang/mencari
relawan pemilik kendaraan baik roda empat/ roda dua yang bersedia
kendaraannya dijadikan alat transport/ ambulan.
3. Membantu
dan menyiapkan ambulan bagi pasien yang memerlukan.
4. Mengevaluasi
pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan rencana perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS SEKSI
PERALATAN DAN LOGISTIK
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja sesuai dengan kebutuhan.
2. Melaksanakan
pendataan jenis dan jumlah peralatan yang dibutuhkan.
3. Peralatan
medis dan obat-obatan yang dibutuhkan disesuaikan dengan jenis pelayanan yang
akan diselenggarakan.
4. Peralatan
non medis, seperti mubelair, ATK, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan.
5. Pemeliharaan
gedung dan lingkungan poskesri.
6. Mengusulkan
kepada pengurus untuk pengadaan peralatan dan logistik untuk kelancaran
pelayanan kesehatan.
7. Mengupayakan
agar sarana dan prasarana dan gedung poskesri terawat dengan baik.
8. Melakukan
kerjasama dengan pihak yang terkait.
9. Mengevaluasi
pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan rencana perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan.
|
No
|
URAIAN TUGAS SEKSI
KEAMANAN
|
TUGAS POKOK
1. Menyusun
dan melaksanakan program kerja sesuai dengan kebutuhan.
2. Mewujudkan
rasa aman dan nyaman diwilayah/lingkungan komplek beraktifitas.
3. Mengambil
tindakan pengamanan bagi yang melanggar ketentuan umum dikomplek.
4. Mencari
solusi dan memproses oknum yang melanggar aturan umum bersama ketua secara
kekeluargaa, dan apabila tidak dapat diselesaikan maka kasusnya diteruskan
kepada pihak berwajib.
5. Membantu
terlaksananya tugas-tugas pengurus, dan memberikan pelayanan pengawasan dan
pengamanan terhadap kegiatan.
6. Mendorong
anggota masyarakat untuk ikut dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban.
7. Mengevaluasi
pelaksanaan program kerja untuk kebutuhan penyusunan rencana perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan.
|
Menurut kelompok kami pembagian tugas
seksi seksi di desa siaga desa rambatan sudah sesuai dengan teori diatas .
Buktinya ditandai dengan ketua selalu memantau pogram program yang sudah
ditetapkan , setiap seksi membuat program program kerja yang sesuai dengan
tugasnya seksi KIA membuat program gerakan sayang ibu , seksi surveilan selalu
memantau penyakit yang ada di masyarakat dsb.
3. Disetiap
seksi masing-masing melaksanakan tugasnya? Ada kendala atau tidak dalam
pelaksanaan tugas tersebut ?
Setiap seksi melaksanakan tugasnya
dengan baik dibuktikan dengan program kerja yang telah direncanakan segera
direalisasikan di masyarakat . Beberapa contoh program kerja seksi-seksi desa
siaga adalah :
1. Di
bidang KIA dan persalinan, koordinator membuat program Gerakan Sayang Ibu yang
ditekankan pada ibu hamil dan keluarga untuk selalu siaga dan rutin
memeriksaakan kehamilan sampai melahirkan.
2. Di
bidang PHBS , koordinator membuat program arisan jamban adapun biayanya sebesar
1000 rupiah /kk/bulan yang dikumpulkan bersamaan dengan Raskin yang dikolektifkan
oleh ketua kelompok.
3. Di
bidang obat dan apotik masyarakat sekitar memanfaatkan pekarangan rumah yang
kosong dengan menanam tanaman yang produktif sebagai apotik hidup.
Adapun
kendala yang dirasakan oleh seksi-seksi
desa siaga diantaranya:
1. Seksi
KIA dan persalinan
banyak ibu ibu yang tidak mau
membawa anaknya ke posyandu untuk di imunisasi dikarenakan mereka khawatir
setelah di imunisasi anak akan menjadi demam.
2. Seksi
KADARZI dan PHBS
-
Masih ada beberapa masyarakat yang tidak mempunyai
jamban pribadi karena program arisan jamban terhambat oleh masalah dana.
-
kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang perilaku sehat
3. Seksi
Surveilans (pengamatan penyakit)
kurangnya kesadaran masyarakat
tentang kesehatan
4. Tidak adanya donatur tetap.
4. Bagaimana
peranan petugas kesehatan dalam memantau desa siaga tersebut ?
Peranan
petugas kesehatan dalam memantau desa siaga diantaranya :
1. Memberikan
pelatihan sebagai mitra kepada dukun beranak dalam perawatan tali pusat dalam
perawatan bayi yang dapat menyebabkan infeksi jika tidak hiegenis.
2. Memberikan
pemahaman terhadap makanan yang dikomsumsi tiap hari dan cara mengolahnya.
3. Memfasilitasi
pengembangan desa siaga.
4. Melaksanakan
bimbingan teknis medis khususnya kesiapan dan penanggulangan kegawatdaruratan
di desa siaga.
5. Menyelenggarakan
pelatihan kesehatan kepada para kader.
Menurut kelompok kami peranan
petugas kesehatan dalam memantau desa siaga baik di desa rambatan maupun di
teori sudah sesuai yaitu salah satu contohnya di desa rambatan menyelenggarakan
pelatihan kesehatan kepada para kader dan di teori meningkatkannya pengetahuan
dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan.
5. Apakah
ada kader di desa tersebut ?
Ada
kader di desa diantaranya:
Kader
posyandu
No
|
Nama
posyandu
|
Alamat
|
Koordinator
|
Jumlah
kader
|
1
|
Sedap
malam 1
|
Dusun
pinara
|
Junaida
|
4
Orang
|
2
|
Sedap
malam 2
|
Dusun
Cipedes
|
Yuliarlis
|
4
Orang
|
3
|
Sedap
malam 3
|
Dusun
Pamupukan
|
Desrida
|
4
Orang
|
menurut kelompok kami kader di desa
rambatan sudah memenuhi syarat dari depkes 2006 bahwa suatu desa dikatakan menjadi desa
siaga apabila kader di desa siaga harus memiliki kader sekurang-kurangnya 2
dalam satu desa.
6. Apakah
desa siaga tersebut sudah ada desa siaga bencaananya?
Didesa Rambatan
terdapat Kampung Siaga Bencana (KSB ) yang dibuka langsung oleh Jendral Bantuan
dan Jaminan Sosial. Dan di kampung siaga bencana
(KSB) Digelar kegiatan simulasi bencana yang melibatkan pasukan Tagana,Linmas ,
medis dan lainya serta adanya keterlibatan masyarakat yang menjadi peserta. Mereka
terjun langsung memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena bencana .
Sistem desa siaga
bencana yang kami dapat didesa Rambatan sudah berjalan sesuai dengan tugas
masing-masing sehingga didesa Rambatan apabila terjadi bencana langsung terjun
memberrikan pertolongan terhadap masyarakat yang terkena bencana.
Kegiatan
tersebut bisa dikatakan sesuai dengan
teori yaitu kesiapsiagaan
penanggulangan bencana dan
kegawatdaruratan kesehatan.
BAB
IV
PENUTUP
a. Kesimpulan
Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar,
mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan
masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan penyakit yang berpotensi
menimbulkan KLB, kejadian bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan
memanfaatkan potensi setempat, secara gotong-royong.
Inti dari kegiata Desa Siaga adalah memberdayakan
masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. Oleh karena itu dalam
pengembangannya diperlukan langkah-langkah pendekatan edukatif. Yaitu upaya
mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran yang
berupa proses pemecahan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya.
b.
Saran
Terwujudnya Desa Siaga tentunya menjadi harapan kita
bersama, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan agar para pembaca tidak
hanya sekedar tahu tentang Desa Siaga, namun juga akam melakukan perubahan
sesuai dengan tingkat kemampuannya untuk merealisasikan Desa Siaga
DAFTAR
PUSTAKA
-
Depkes RI. 2006. Petunjuk
Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Poskesdes. Jakarta: Depkes RI.
-
Depkes
RI. 2006. Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga, Pusat Promosi
Kesehatan. Jakarta: Depkes RI.
-
Diakses tanggal 3 Mei
2011 melalui http://www.slideshare.net/BJSGSDP/konsep-amp-pengertian-desa-siaga
-
MATERI%20DESA%20SIAGA%20&%20POSKESDES.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar